• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Sebuah Renungan Untuk Semua oleh Dance Y. Flassy

Sejarah adalah realitas masa lalu, baik kegagalan maupun kesuksesan di masa lalu adalah sejarah hari ini. Benar atau salah tentang sejarah tidak dapat dibenarkan atau disalahkan dengan kata-kata atau argument saat ini, karena kita berada pada masa yang berbeda.  Yang bisa adalah sejarah harus diambil sebagai pelajaran untuk ditinggalkan atau diteruskan kepada generasi berikutnya.  Setiap generasi hidup dibatasi oleh waktu.  Pelaku sejarah telah berbuat sesuatu pada waktunya, kita yang hidup saat ini apa yang harus kita lakukan? Fitrah manusia cenderung berbuat baik,  lingkunganlah yang membentuknya menjadi salah atau benar, baik atau buruk. Dalam konteks kekinian Papua, generasi muda harus berpikir lebih jernih, cerdas dan luas jika ingin maju.  Kita memang tidak dapat memungkiri bahwa ada sebagian masyarakat kita yang masih terbelakang tapi kita harus jujur peluang generasi Papua untuk maju sudah semakin besar.  Satu hal kemajuan yang menurut saya cukup dominan adalah kemampuan mengenal diri, potensi dan masalahnya kemudian mampu memberikan pendapat sebagai solusi adalah indikasi kemajuan SDM Papua hari ini. Bahkan masalah lilitan bangsa hari ini bisa terjadi suatu hari hanya dapat diselesaikan kalau orang Papua menjadi Pemimpin di NKRI,  ini hak konstitusi.  Mari kita ambil pelajaran dari Amerika sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-3 di dunia yang mayoritas beragama Kristen Protestan.  Orang2 Kulit hitam di AS adalah pendatang  yang dibawah orang Eropa ke Amerika,  dalam waktu yang panjang mereka berjuang untuk  diakui secara elegan sebagai warga negara Amerika. Muncullah tokoh2 pejuang orang kulit hitam seperti Marthin Luther King Jr (Protestan),  dan Malcom X (Muslim), mereka semua berjuang tentang HAM dan keadilan yang hasilnya a.l. Barack Hussein Obama menjadi Presiden. Barack Hussein Obama yang berasal dari keturunan campuran Afrika dan Eropa, keluarga Protestan dan Islam.  Impian yang begitu lama terjadi dan dibuktikan oleh seorang Barack Obama,  mengapa ini tidak menjadi obsesi bagai generasi muda Papua hari ini? Kita orang Papua bukanlah pendatang di Indonesia, wilayah Papua bukan diintegrasikan dengan Indonesia. Sesungguhnya Indonesia adalah sebuah negara kebangsaan yang wilayahnya dari Sabang sampai Merauke, dan orang Papua adalah orang asli Indonesia dari ras melaneysia dan saudara-saudara yang lain adalah ras Melayu. Saya yakin suatu hari nanti atas kehendak Tuhan YME,  orang Papua bisa menjadi President di NKRI yang penduduknya terbesar ke-4 di Dunia setelah Amerika yang mayoritas beragama Islam,  ini bukan hal yang mustahil jika dikehendaki Tuhan semua bisa terjadi. Kepada seluruh generasi muda Papua saya berharap mari kita satukan energi kita untuk mengisi waktu yang juga usia kita yang singkat untuk meraih masa depan,  janganlah ilmu kita dihabiskan mencari kelemahan orang lain dan sejarah yang tidak mungkin diubah.  Harus diingat bahwa yang kita hasilkan hari ini dan esok bukanlah merubah dan meluruskan sejarah tetapi yang kita lakukan adalah membuat sejarah baru,  kepada yang berbeda pendapat saya hormati,  kepada semua pemimpin Papua ini sebagai masukkan, salam hormat, selamat beraktivitas untuk semua. Suara Papua Untuk NKRI. (Dance Y. Flassy, Sekda Kabupaten Sorong Selatan). 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics