• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Pelatihan Skenario Kerja Sama Antardaerah (SKAD) Dalam Rangka Peningkatan Sumber Daya Manusia Dalam Rangka Pengelolaan Regional Management Kaukus Setara Kuat dan Jang Hiang Bong

Penyelenggara : Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT)
Waktu : 11 - 14 November 2008
Tempat : Bengkulu
Agenda LEKAD : Pelatihan Skenario Kerja Sama Antardaerah (SKAD)
Deskripsi
Pelatihan SKAD di Bengkulu dilangsungkan untuk Regional Management Kaukus Setara Kuat dan Jang Hiang Bong. Walaupun dilaksanakan secara bersama, namun berdasarkan hasil pelatihan menunjukkan perbedaan di antara keduanya. Berikut dapat dijelaskan hasil pelaksanaan Skenario Kerja Sama Antardaerah pada Regional Management Kaukus Setara Kuat dan Jang Hiang Bong.
RM. Kaukus Setara Kuat
Regional Management Kaukus Setara Kuat merupakan suatu aliansi kerja sama antardaerah di wilayah Sumatera Bagian Selatan yang diresmikan pada tahun 2007 dengan maksud untuk meningkatkan dan mengembangkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah, serta dalam pemanfaatan dan pemasaran potensi/produk daerah. RM. Kaukus Setara Kuat beranggotakan 5 daerah, yang meliputi Kabupaten Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan (yang berada di Provinsi Bengkulu); Kabupaten Lampung Barat (yang berada di Provinsi Lampung); serta Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (yang berada di Provinsi Sumatera Selatan). Dalam tinjauan wilayah, RM Kaukus Setara Kuat memiliki potensi pariwisata dan perikanan yang menjadi sektor utama perekat kerja sama, di samping sektor perkebunan dan kehutanan yang menjadi sektor tambahan. Kurangnya pemasaran dan pengolahan (eksplorasi) potensi di tiap sektor tersebut, khususnya wisata dan perikanan, menyebabkan pengembangannya masih belum optimal dan kurang bersaing.
Cita-cita bersama antara ke lima daerah di RM Kaukus Setara Kuat yang bekerjasama tertuang pada sebuah visi jangka panjang untuk diwujudkan bersama. Visi RM Kaukus Setara Kuat untuk dicapai pada Tahun 2030 yaitu “Terwujudnya Kaukus Setara Dikenal Dunia Internasional”. Ada empat hal yang menjadi kata kunci perwujudan visi tersebut, antara lain: primadona wisata, maju pesatnya bisnis perikanan, pusat ekonomi, dan gerbang investasi.
Melalui SKAD diperoleh usulan indikasi-indikasi program dan kegiatan terkait dengan sektor yang dikerjasamakan untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2014. Program/kegiatan tersebut antara lain mengarah pada kondisi yang diharapkan tiap sektor yang dikerjasamakan seperti: penyediaan sarana dan prasarana, SDM, serta promosi yang baik untuk pemasaran pariwisata; penyediaan sarana prasarana serta pengelolaan produksi perikanan yang unggul; serta eksplorasi potensi hutan dan kebun sebagai daya tarik wisata dan sumber ekonomi masyarakat. Keseluruhan arah kebijakan tersebut tentunya perlu diimbangi dengan menjaga daya dukung dan keberlanjutan alam, baik laut, maupun hutan.
RM. Jang Hiang Bong
Regional Management Jang Hiang Bong (JHB) merupakan aliansi kerja sama antardaerah pada tahun 2006, yang difasilitasi oleh KPDT serta didukung oleh Bappeda Provinsi Bengkulu. Pembentukan RM. Jang Hiang Bong ditandai dengan kesepakatan tiga Bupati yang menjadi daerahnya, antara lain Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.
Dari pelaksanaan SKAD diketahui bahwa susunan kepengurusan RM. Jang Hiang Bong masih belum sesuai dengan kondisi ideal yang seharusnya dalam Regional Management. Dewan Eksekutif (DE) yang terdiri dari unsur Bappeda dan SKPD masing-masing kabupaten anggota RM diduduki pula oleh unsur tokoh masyarakat dan perguruan tinggi. Dari hasil penjelasan mengenai kondisi standar kelembagaan RM, unsur tomas maupun PT memang diperlukan sebagai penasehat atau pemberi usulan, namun posisinya bukan dalam intern kepengurusan. Poin tersebut merupakan salah satu temuan penting dalam pelaksanaan pelatihan SKAD.
Hasil utama dari pelatihan adalah disepakatinya dua sektor utama perekat kerja sama di RM Jang Hiang Bong yaitu sektor Pariwisata dan Perikanan darat. Kendala yang dihadapi dalam dua sektor ini terkait dengan promosi dan modal usaha. Tindak lanjut terhadap keberlanjutan RM Jang Hiang Bong terletak pada kesungguhan pelaksanaan pembagian peran antara Dewan Eksekutif, Provinsi, dan Pusat (KPDT). Peran Pusat penting dalam kapasitas pembinaan, fasilitasi lanjutan, monitoring dan evaluasi. Hal yang cukup mendesak dalam kelembagaan RM JHB adalah pemilihan Regional Manager yang menjadi tanggung jawab DE.

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics