• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Pelatihan Skenario Kerja Sama Antardaerah (SKAD) Dalam Rangka Peningkatan Sumber Daya Manusia Dalam Pengelolaan Regional Management Aksess

Penyelenggara : Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT)
Waktu : 23 – 26 Juni 2008
Tempat : Makassar, Sulawesi Selatan
Agenda LEKAD : Pelatihan Skenario Kerja Sama Antardaerah (SKAD)
Deskripsi
Regional Management Andalan Kawasan Selatan Sulawesi Selatan (RM Aksess) di Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah yang memiliki semangat dan respon sangat positif dalam menindaklanjuti dan menerapkan inisiatif kerja sama dengan konsep Regional Management. RM Aksess, yang beranggotakan lima daerah, yaitu Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, dan Sinjai, terbentuk pada tahun 2007 dengan fasilitasi dan stimulasi dari KPDT bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
 
Berdasarkan lokasi geografis, RM Aksess memiliki potensi kelautan yang relatif besar dengan komoditas unggulan berupa rumput laut. Di samping sektor kelautan, RM Akses juga memiliki komoditas andalan di sektor pertanian yaitu jagung. Dua komoditas ini menjadi andalan RM Aksess, namun pengembangannya masih sangat kurang optimal dan tidak dapat bersaing. Beberapa permasalahan klasik seperti pemasaran dan pengolahan, seperti rendahnya kualitas dan prasarana pendukung, rupanya menjadi faktor penghambat dalam pengembangan komoditas unggulan rumput laut dan jagung.
Dalam kajian SKAD terhadap wilayah Aksess ini, fokus kerja sama untuk mengembangkan komoditas rumput laut dan jagung ini digunakan sebagai dasar untuk mencari faktor perekat kerja sama pada sektor pendukung lain. Berdasarkan hasil identifikasi yang sangat partisipatif, telah teridentifikasi bahwa sektor ekonomi (dalam arti luas) dan sektor infrastruktur sebagai sektor-sektor pendukung pengembangan rumput laut dan jagung.
Mengembangkan komoditas rumput laut dan jagung sampai dengan skala internasional menjadi visi atau cita-cita bersama dalam mewujudkan pembangunan kewilayahan guna meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di Wilayah Aksess. Dalam pelatihan ini juga dilakukan bedah manajemen terhadap kelembagaan RM Aksess yang telah berjalan beberapa waktu. Hasilnya, berbagai usulan perbaikan telah disampaikan.
Selanjutnya, melalui SKAD juga telah teridentifikasi usulan indikasi program/kegiatan beserta peran stakeholders terkait, baik dalam level provinsi maupun pusat. Beberapa rekomendasi terkait kelembagaan dan program/kegiatan seperti pembenahan manajemen dan inovasi kegiatan pengisi KAD di RM Aksess tersebut diberikan sebagai masukan dan bahan diskusi bagi para pemangku kebijakan RM Aksess.
 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics