• Bahasa Indonesia
  • English
  • Deutsch

Advokasi Teknis Manajemen Kerja Sama Antar Daerah

Penyelenggara : Biro Desentralisasi Setda Provinsi Jawa Barat
Waktu : Rabu, 14 Mei 2008
Tempat : Bandung, Jawa Barat
Agenda LEKAD : Simulasi Identifikasi Kegiatan Kerja Sama Antardaerah

Deskripsi

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang saat ini tengah merintis pelaksanaan kerja sama antardaerah sebagai salah satu program pembangunannya. Hal ini ditunjukkan dari telah adanya inisiatif kerja sama antardaerah di wilayah Provinsi Jawa Barat, yakni Ciayumajakuning, di samping masih ada beberapa yang lainnya. Mengingat masih awalnya proses kerja sama antardaerah ini, untuk itu diperlukan suatu fasilitasi, khususnya dalam memberikan informasi awal terkait dengan perencanaan kerja sama antardaerah di Provinsi Jawa Barat, sehingga nantinya dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
LEKAD sebagai lembaga yang memfokuskan kegiatan pada pengembangan dan pemberdayaan kerja sama antardaerah berusaha memfasilitasi awal kegiatan kerja sama antardaerah di Provinsi Jawa Barat. Agenda LEKAD diawali dengan Pengenalan Simulasi Kerja Sama Antardaerah, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Simulasi Metode Skenario Kerja Sama Antardaerah (SKAD). Simulasi dilaksanakan dengan Tema “Pembangunan Ekonomi Wilayah melalui Kerja Sama Antardaerah”, dengan mengangkat wilayah studi kasus Ciayumajakuning (sebagai pengawal aliansi kerja sama di Jawa Barat). Berdasarkan hasil simulasi tersebut diperoleh informasi bahwa sektor Ekonomi memiliki isu-isu strategis yang dapat dikerjasamakan, dengan demikian melalui solusi bersama akan tercipta efektivitas waktu dan tenaga serta efisien secara finansial. Adapun isu-isu pada sektor tersebut antara lain meliputi:
- Kesulitan bahan baku rotan,
- Kenaikan harga sembako,
- Menurunnya daya beli masyarakat


 

Berdasarkan identifikasi sektor yang layak untuk dikerjasamakan tersebut, selanjutnya para peserta, yang merupakan perwakilan dari berbagai instansi pemerintahan Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat mencoba merumuskan solusi atau perbaikan melalui suatu indikator terukur dalam milestones lima tahunan, yang dirangkum sebagai berikut :
Milestones 2015 :

  • Ciayumajakuning bebas buta huruf.
  • Pendapatan per kapita masyarakat Ciayumajakuning meningkat 100%.
  • Investasi luar negeri ke Ciayumajakuning meningkat 75%.
  • Angka Kemiskinan menurun 80% dari Tahun 2008.
  • Angka angkatan kerja meningkat 50%.
  • Laju pertumbuhan ekonomi meningkat 10%.

Milestones 2020 :

  • Pendapatan per kapita masyarakat Ciayumajakuning meningkat 300%.
  • Investasi luar negeri ke Ciayumajakuning meningkat 500% dibandingkan tahun 2008.
  • Pendidikan gratis dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.
  • IPM-nya mencapai 90.
  • Ciayumajakuning meraih penghargaan kesehatan “Bebas Gizi Buruk”

 

 

Design & Development by Teramatics
Clicky Web Analytics